Ringkasan Koro, dari sumber di bawah
Kopi Arabika Toraja berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan, dan terdaftar sebagai indikasi geografis pada 9 Oktober 2013.
Nomor registrasinya IDG000000025. Katalog DJKI hanya menyebut "Toraja"; Toraja Utara dimekarkan dari Tana Toraja pada 2008, jadi peta ini menggambar kedua kabupaten. Katalog IG DJKI menggambarkan profil yang kompleks dan seimbang, asam yang baik, aroma kuat, dengan nuansa manis, cokelat, rempah, jeruk dan bunga. Soal panen, sumbernya berbeda: Mei–September dari satu koperasi, Juli–Oktober menurut Mongabay, sehingga peta menggambar Mei–Oktober. Dari Rantekarua Coffee Plantation, Samuel Karundeng masuk Cup of Excellence Indonesia 2021, 2022 dan 2023; hasil tertingginya peringkat 8 pada 2023 dengan skor 89,15 untuk lot natural.
Indikasi geografis terdaftar · Arabika
Kopi Arabika Toraja dikenali dari profil cita rasanya yang kompleks dan seimbang dengan rasa asam yang baik dan dengan mutu aroma yang kuat serta memiliki nuansa rasa manis, rasa coklat, rasa rempah, rasa jeruk dan aroma bunga.