Ringkasan Koro, dari sumber di bawah
Sulawesi Selatan punya sembilan wilayah kopi di peta ini, semuanya arabika: tujuh IG dan dua asal yang bukan IG, Tana Luwu dan Topidi.
IG-nya Kalosi Enrekang, Toraja, Bantaeng, Rumbia Jeneponto, Seko Luwu Utara, Kahayya Bulukumba dan Latimojong Luwu. Tujuh produsen dari Sulawesi Selatan tercatat di Cup of Excellence Indonesia 2021–2023; hasil tertingginya Yolan Tirta (Angin-angin, Enrekang), peringkat 3A pada 2023 dengan 90,06. Di Koro, kopi dari provinsi ini antara lain Tana Luwu Ascent, diolah Sisola, dan Topidi Gowa Malino dari Yolan Coffee. Untuk panen, Enrekang menyebut Maret–Mei, dan sumber untuk Toraja berkisar Mei–Oktober. Menurut BPS, Sulawesi Selatan mencatat 80.229 hektare kebun kopi dan produksi 31.785 ton pada 2024.
Provinsi · Sulawesi
Sumber: koro.id · dilihat 10 Okt 2026
5 wilayah lain belum ada data.
Sumber: bps.go.id · dilihat 10 Okt 2026 · Statistik Tanaman Perkebunan Tahunan Indonesia 2024 (BPS, released 2025-08-29), Tabel 2.4 Luas Areal dan Produksi Biji Kopi Kering Menurut Provinsi dan Status Pengusahaan, 2024
Batas provinsi digabung dari batas kabupaten geoBoundaries (BPS, 2020), 38 provinsi. Sumber & lisensi