Ringkasan Koro, dari sumber di bawah
Kopi Arabika Kintamani Bali berasal dari dataran tinggi Kintamani di Bali dan terdaftar sebagai indikasi geografis pada 5 Desember 2008.
Nomor registrasinya IDG000000001, dan tanggal registrasinya yang paling awal di antara IG kopi di peta ini. Kintamani ada di Kabupaten Bangli; MPIG-nya juga menyebut lahan di Buleleng dan Badung, jadi peta ini menggambar ketiganya. Katalog IG DJKI menggambarkan, pada sangrai sedang, aroma bubuk yang manis dengan sedikit rempah, dan aroma kuat yang kadang membawa buah, terutama jeruk peras. Dinas perkebunan Bali menyebut panen Mei–September, dan satu kebun juga memanen di Desember. Tiga produsen dari Kintamani tercatat di Cup of Excellence Indonesia; hasil tertingginya I Wayan Parum (Batukaang), peringkat 17 pada 2021 dengan 87,69.
Indikasi geografis terdaftar · Arabika
Kopi Arabika Kintamani Bali memiliki rasa pada derajat sangrai sedang (medium roast). Aroma kopi bubuk memiliki kesan manis dan sedikit aroma rempah-rempah. Kekhasannya bergantung pada mutu dan intensitas aroma yang kuat, kadang-kadang dengan rasa buah, terutama jeruk peras.