Kopi Arabika Flores Bajawa

Ringkasan Koro, dari sumber di bawah

Kopi Arabika Flores Bajawa berasal dari Bajawa di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, dan terdaftar sebagai indikasi geografis pada 28 Maret 2012.

Nomor registrasinya IDG000000014. Kebunnya di 1.000–1.550 mdpl, dengan varietas S-795, Arabusta Timtim dan Typica (Juria), diolah washed dengan pengupasan kering, semi-washed (giling basah) dan honey. Katalog IG DJKI menggambarkan rasa manis dengan kacang seperti hazelnut, karamel dan cokelat, keasaman dan body sedang, seimbang dan ringan. Menurut liputan media, panennya Juni–September. Marselina Walu dari kebun Wajamala, Desa Radabata, Golewa, bersama kelompok tani Berdikari, meraih peringkat 2A di Cup of Excellence Indonesia 2023 dengan skor 90,35 untuk lot dry hulled S-795 dan Typica.

Indikasi geografis terdaftar · Arabika

Nomor IG
IDG000000014
Terdaftar
28 Mar 2012
Provinsi
Nusa Tenggara Timur
Kabupaten tercakup
Kabupaten Ngada
Varietas
S-795, Arabusta Timtim, Typica (Juria)
Proses
olah basah, giling kering (washed, dry-hulled), olah semi-basah (giling basah) (semi-washed (wet-hulled)), honey
Ketinggian
1000–1550 mdpl

Profil rasa menurut katalog IG DJKI

Kopi Flores Bajawa memiliki citarasa yang khas yang berbeda dari jenis kopi di Indonesia lainnya. Kopi Flores memiliki rasa manis dengan sensasi kacang-kacangan seperti hazelnut, karamel dan juga cokelat. Dari tingkat acidity, kopi Flores memiliki tingkat acidity dan body yang medium dengan rasa yang seimbang dan ringan.

Musim panen

Petani dan pengolah

Wilayah lain di Nusa Tenggara Timur

Sumber